Bupati Klaten Akan Diperiksa KPK Kasus Dugaan Suap Promosi Jabatan

687
ilustrasi

JAKARTA, FOKUSUTAMA.COM – Bupati Kabupaten Klaten Sri Hartini segera dijadwalkan Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), untuk diperiksa terkait kasus dugaan suap mutasi dan promosi jabatan.

Juru Bicara KPK, Febri Diansyah menuturkan penyidik akan memeriksa Sri Hartini yang kapasitasnya sudah menjadi tersangka. Pemeriksaan kali ini untuk mendalami informasi dan keterangan lebih dalam terkait perannya dalam menerima suap.

“Yang bersangkutan (SHT) diperiksa dengan status hukum tersangka,” ujar Febri di Gedung KPK, Jalan HR Rasuna Said, Jakarta, Selasa (31/1/2017).

KPK juga telah memeriksa anak Sri Hartini yaitu Andy Purnomo. Karena keduanya diduga menerima suap yang ditemukan di dalam lemari Sri Hartini Rp20 juta dan Andy Rp300 juta.

Penyidik KPK telah memanggil beberapa saksi dari kalangan Pemerintah Kabupaten Klaten di antaranya yakni : Ajudan Bupati Klaten Edy Dwi Hananto dan Nina Puspitasari, Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Klaten Sartiyasto, Inspektur Klaten Syahruna. Kemudian, Kepala Bidang Mutasi BKD Klaten Slamet, PNS Klaten Lusiana dan Sukarno.

Dalam kasus ini, KPK telah menjerat dua orang tersangka yakni Sri Hartini yang diduga sebagai penerima suap dan Suramlan, PNS yang diduga sebagai pemberi suap‎. Namun, tak menutup kemungkinan ada keterlibatan pihak lain dalam kasus skandal jual-beli jabatan ini.  (AY)

BAGIKAN

Komentar