Bintang Kejora Berkibar Depan Istana, Badko HMI Jabodetabeka Minta Jokowi Copot Kapolri dan Kapolda

65

FOKUSUTAMA, JAKARTA-  Bidang PTKP Badko HMI Jabodetabeka Banten menggelar diskusi permasalahan bangsa dengan Tema “Pengibaran Bendera OPM Di depan Istana, Siapa Yang Bertanggung Jawab : Kapolda atau Kapolri ?”, Asrama Mahasiswa Islam Sunan Giri, Rawamangun, Jakarta Timur(3/09/2019).

Diskusi yang digelar ini menyikapi permasalahan Pengibaran bendera bintang kejora (OPM) di depan istana RI beberapa waktu lalu.

Rajib Ridwan selaku ketua pelaksana diskusi tersebut menyampaikan diskusi ini kami selenggarakan karena kami melihat tindakan pengibaran bendera OPM yang mencoreng kedaulatan NKRI, dan Siapa yang bertanggung Jawab atas peristiwa tersebut, apakah Kapolri atau Kapolda

Dalam kesempatan kali ini Ketua Umum Badko HMI Jabodetabeka – Banten mengkritisi aparat penegak hukum dalam hal ini kepolisian yang bertugas mengamankan aksi unjuk rasa papua yang dianggap tidak tegas dalam menghalau pengibaran bendera bintang kejora di depan istana.

“pengibaran bendera bintang kejora di depan istana RI jelas sudah mencoreng kedaulatan NKRI” ulasnya.

Ketua Umum Badko juga mengatakan bahwa kepolisian yang bertugas untuk mengamankan jalannya aksi unjuk rasa telah kecolongan dan tidak tegas dalam menangani berkibarnya bendera bintang kejora tersebut.

“Atas peristiwa tersebut, Presiden Jokowi harus melakukan tindakan tegas untuk mengganti Kapolri dan Kapolda harus mundur dari jabatannya”, jelasnya.

Selain itu Penggiat HAM,Achmad Fanani Rosyidi salah satu panelis dalam diskusi tersebut mengatakan para elit politik harus bertanggung jawab atas terjadinya kerusuhan-kerusuhan mengatasnamakan rasisme belakangan ini

“Pak Joko Widodo harus melakukan proses rekonsiliasi nasional dengan pihak-pihak terkait agar kondisi bangsa ini kembali kondusif.” tutupnya

BAGIKAN

Komentar