Berbenah dari “Tikus-tikus” Pembobol Bagasi

697

Fokusutama.com – Berbagai pihak sepakat masalah pencurian isi koper penumpang di bandara menjadi tanggung jawab bersama.

Direktur Umum Lion Air Edward Sirait bersyukur adanya komitmen bersama antara maskapai dan operator bandara. “Kami bersyukur karena kami menyadari ini menjadi masalah bersama,” ujar Edward di Jakarta, Kamis (7/1/2016).

Menurut Edward, selain pembenahan internal, pembenahan di bandara juga perlu dilakukan sehingga ruang untuk melakukan pembongkaran koper tidak ada. Oleh karena itu Lion Air mendukung rencana AP II menambah CCTV.

Rencananya penambahan CCTV akan dilakukan di lokasi-lokasi yang termasuk blank spot atau daerah-daerah milik maskapai yang saat ini tidak bisa diakses pihak luar.

Sebelumnya, Direktur Utama Angkasa Pura II Budi Karya Sumadi menegaskan, pihaknya tidak akan menyerahkan masalah pembobolan bagasi kepada maskapai saja. AP II pun siap aktif untuk mencegah dan menindaklanjuti laporan terkait pembobolan bagasi.

Namun Budi memberikan berbagai catatan kepada maskapai.

“Hanya saja saya akan sedikit tegas dengan airlines gitu kalau punya aturan jangan sembarangan. Kalau punya ground handling harus serius, harus mengelola secara baik, secara dalam, harus selektif memilih orangnya. Kalau tangung jawab, kita sama-sama,” kata Budi akhir pekan lalu.

Angkasa Pura I yang baru-baru ini menangkap oknum porter Gapura Angkasa karena mencuri jam tangan merek Rolex dari penumpang GA 246 pada Senin (28/12/2015), juga dinilai sebagai bukti keseriusan pembenahan keamanan barang di bandara.

Selain maskapai dan operator bandara, para penumpang juga bisa berperan mencegah aksi kriminal tersebut. Misalnya, tidak memasukan barang-barang berharga ke bagasi pesawat.

Salah satu penumpang pesawat, Dennis (34) misalnya, memilih untuk membagi barang bawaannya, dengan kategori barang berharga yang dibawa masuk ke dalam kabin dan barang biasa yang menurutnya tidak masalah ditaruh di bagasi.

“Barang-barang kayak handphone, gadget, yang penting-penting juga kayak charger, selalu saya bawa di tas kecil. Kalau yang masuk bagasi paling cuma baju sama pakaian dalam, jadi kalau kebanting enggak apa-apa,” kata salah satu penumpang, Dennis (34) kepada Kompas.com di Terminal 2F, Rabu (6/1/2016). (Sumber: Kompas.com)

BAGIKAN

Komentar