PROFIL – Bagus Wahyu Trianto: Berawal Supporter Sepakbola, Berujung Wirausahawan Jersey

79

FOKUSUTAMA.COM – Berwirausaha merupakan suatu kegiatan yang prosesnya selalu melibatkan antara unsur produksi, distribusi, dan konsumsi serta mampu menaikkan taraf kehidupan manusia. Berwirausaha berarti mengupayakan adanya proses taraf kehidupan kearah yang lebih baik melalui usaha, baik dari segi materi maupun non-materi. Banyak dari wirausahawan yang mencoba merintis, namun tak sedikit juga yang menemui kesulitan serta hambatan yang dihadapi. Berwirausaha bisa dilakukan oleh siapa saja dan kapan saja, mulai dari yang masih mengenyam pendidikan, hingga sampai usia lanjut.

Bagus Wahyu Trianto, lulusan Universitas Negeri Jakarta serta wirausahawan  muda berumur 25 tahun ini adalah salah satu wirausahawan yang tergolong sukses merintis wirausaha dibidang konveksi apparel jersey futsal. Bermula dari kecintaannya sebagai penggemar sepak bola, dia membangun sebuah badan usaha yang dinamainya Zavrel Indonesia hingga mampu memenangkan berbagai kompetisi kewirausahaan. Kami dari tim fokusutama.com berhasil mewawancarai beliau.

Bisa Anda ceritakan secara singkat awal mula merintis badan usaha ini hingga sekarang?

Ya, sebelumnya sih sebelum ada Zavrel sendiri muncul (sebagai perusahaan, red.), saya sendiri masih berjualan secara konvensional dan melalui media sosial, itu dari awal saya berkuliah di tahun 2012. Padahal jurusan saya dulu Teknik Elektro UNJ (Universitas Negeri Jakarta, red.), Makanya kuliah saya cuma formalitas, yang penting di benak saya, saya bisa punya penghasilan, walau orangtua saya tergolong cukup mampu lah (tertawa). Sempat mencoba daftar lagi di UI (Universitas Indonesia, red.) tapi Tuhan lebih mengizinkan saya untuk tetap di UNJ sampai saya lulus tahun 2016. Zavrel itu sendiri berdiri tahun 2015. Jadi, dulu pada saat merintis, dari awal pesanannya dari saya, terus produksi dikerjakan orang lain, terus hasil barangjadinya saya ambil keuntungan untuk laba saya. Akhirnya sekarang saya punya puluhan karyawan beserta kantor dan alat produksi sendiri.

Kenapa jersey futsal?

Saya memang ngefans dengan sepakbola, makanya berawal dari hobi saya berjualan, saya kembangkan usaha jersey futsal , yang awalnya cuma sekedar mulut – ke – mulut, sampai sekarang bisa bikin usaha sendiri. Kebetulan segmentasi pasarnya, juga berawal memang dari teman-teman saya yang butuh jersey futsal.

Selama berjalannya Zavrel Indonesia ini, apa saja kendala/hambatan yang Anda hadapi dan bagaimana Anda menghadapainya?

Ada lah. Macem – macem sih. Yang pasti persaingan pasar itu fundamental, dan makin kesini banyak kompetitor – kompetitor baru yang bermuculan dengan harga yang bisa menjatuhkan harga pasar. Tapi saya tetap optimis dan percaya bahwa soal rezeki itu takarannya pasti tidak akan tertukar. Bahkan ada di daerah sekitar Jakarta, saya mendapati pedagang-pedagang nasi goreng, mereka bersamping-sampingan, hanya berjarak beberapa meter. Mereka yakin bahwa rezeki itu suda ada yang atur. Kemudian harga barang baku yang juga cenderung fluktuatif, karena kan harga Rupiah mengikuti harga Dollar (Amerika, red.). Lalu juga terkait SDM seperti karyawan yang underperform hingga bahkan ada yang menggunakan uang operasional untuk keperluan karyawan saya, kasbon begitu, dibawa hingga sekarang tak kunjung balik lagi. Tetapi semuanya itu saya jadikan guru kehidupan saya, menjadikan kesemuanya itu pembelajaran bagi saya.

Anda dikenal sebagai Mahasiswa Berprestasi dalam ajang kompetisi Program Mahasiswa Wirausaha (PMW) UNJ dua periode berturut-turut (tahun 2014 – 2015). Bisa Anda ceritakan?

Awal mula saya tahu kalau di UNJ itu ada PMW bermula dari mading-mading kampus sebaran sosial media. Akhirnya saya ikuti dari mulai pendaftaran, enterpreneur challenge di Bundaran Senayan, hingga saya menjuarai PMW selama dua periode berturut-turut.

Pada saat itu, konsep apa sih yang ditawarkan Zavrel Indonesia hingga mampu memenangkan PMW dua periode berturut-turut?

Mungkin yang membuat saya berbeda pada saat itu, kompetitor lain masih bermain di sektor usaha makanan dan minuman, kalo usaha saya kan jersey, jadi jarang (yang mengajukan proposal sejenis, red.) waktu itu.

Bagaimana rencana Zavrel Indonesia dalam beberapa tahun kedepan?

Yang jelas saya berharap Zavrel kedepannya dikenal oleh banyak orang. Saya berkaca dari brand – brand ternama yang mengusung pakaian olahraga lainnya.

Punya saran untuk teman – teman generasi muda yang mau merintis usaha?

Begini, sebenarnya menjadi seorang wirausaha itu gak berbeda jauh dengan profesi pada umumnya, karena semuanya mencari pendapatan. Butuh keseriusan. Sama kaya dokter, kalau salah penanganannya, maka akan membahayakan jiwa dan raga pasien. Maka butuh syarat-syarat. Salah satunya konsisten. Kalo soal modal, terus kemudian gak bakat dagang, saya rasa itu alasan klasik saja. Yang penting ada komitmen dan kerja keras untuk menjadikan kita mampu merubah nasib kita kearah yang lebih baik. (RGW)

Komentar