APKLI Gandeng PT Pegadaian Obati Ekonomi Rakyat Maju dan Unggul

55

Gandeng PT Pegadaian (Persero BUMN) Obati Ekonomi Rakyat Maju dan Unggul

Jakarta,- Asosiasi Pedagang Kaki Lima (APKLI) dan PT Pegadaian (Persero BUMN) bekerjasama untuk obati ekonomi rakyat maju dan unggul. Ketua Umum DPP APKLI dr. Ali Mahsun Atmo M Biomed. mengatakan, hal itu dilakukan guna mengobati perekonomian rakyat yang sedang lesuh “sakit”.

“Saya ini dokter kalau lamban atau terlambat tangani pasien bisa membahayakan nyawa atau kehidupan,” ujarnya,” kata dr. Ali, saat pertemuan khusus dengan PT Pegadaian, di Kantor DPP APKLI, Jakarta Pusat, Jumat (06/03/2020).

Ia menjelaskan, melalui perluasan dan kemudahan akses fasilitas keuangan dengan bunga terjangkau bagi ekonomi rakyat, serta fasilitas lainnya sehingga usaha ekonomi dan pekerjaan rakyat bisa maju berkembang dan unggul serta hidupnya sejahtera dan makmur secara berkeadilan. “Kemudahan akses keuangan dengan bunga yang terjangkau,” terangnya.

Pada pertemuan itu, dr. Ali juga menerangkan, realitas ekonomi rakyat diseluruh tanah air saat ini laksana pasien yang harus segera ditangani diruang gawat darurat. Oleh karenanya kerjasama dengan PT. Pegadaian (Perseo), salah satu BUMN yang bergerak dilembaga keuangan yang sudah berumur 120 tahun segera ditanda tangani. Dengan demikian The all service fasilitas keuangan PT Pegadaian segera bisa dirasakan kemanfaatannya untuk kemajuan dan keunggulan ekonomi rakyat. Pendampingan melekat dari hulu hingga hilir didukung teknologi informasi yang canggih menjadi jaminan sinergi mutualisme bagi masing masing pihak.

“Kamis 12 Maret 2020 perjanjian kerjasama ditanda tangani di Jakarta,” jelasnya.

Sementara itu, PT Pegadaian Eny mengatakan, banyak program untuk ekonomi mikro dengan plafon maksimal Rp. 400 juta dan Rp 1 M. dari kredit modal kerja, kredit investasi, kredit kendaraan roda dua dan empat (baru maupun bekas), take over kredit hingga talangan ibadah haji. “Juga ada Tabungan Logam Mulia. InsyaAllah persyaratannya tidak menyulitkan dengan bunga terjangkau dan bersaing dengan lembaga keuangan dan atau perbankkan lainnya,” pungkasnya. (EAK)

Komentar