Anda Korban Kejahatan? Aplikasi ‘Siap PMJ’ Akan Melayani Laporan Anda

481
Aplikasi Siap PMJ

JAKARTA, FOKUSUTAMA.COM – Sekarang adalah eranya digital. Ungkapan itu kiranya cocok jika melihat perkembangan teknologi informasi berbasis digital di Indonesia. Jika beberapa waktu yang lalu masyarakat dibuat kaget dengan perkembangan layanan transportasi berbasis online yang semakin menjamur. Kini, Polda Metro Jaya yang tak mau kalah, juga meluncurkan aplikasi online yang merek beri nama ‘Siap PMJ’. Hanya saja, aplikasi itu tidak dibuat untuk mengantar jemput masyarakat layaknya transportasi online. Melainkan, untuk membantu masyarakat agar dapat melaporkan tindak kejahatan yang Ia alami sehingga dapat cepat direspon dengan baik.

“Aplikasi ini diharapkan mampu meningkatkan pelayanan kepolisian secara cepat,” ujar Kepala Polda Metro Jaya Irjen Moechgiyarto di Mapolda, Rabu (21/9/2016).

Hanya saja, aplikasi tersebut baru bisa diunduh akhir bulan nanti di Google Playstore. Harapannya adalah agar masyarakat tidak perlu bersusah payah melaporkan kejahatan dengan datang ke kantor polisi. Cukup sekali tekan tombol panic button di aplikasi tersebut, dalam 10 menit aparat kepolisian akan menuju lokasi yang dilaporkan. Karena saat tombol ditekan, pusat kendali yang ada di Polda Metro Jaya akan langsung memberikan informasi kepada petugas terdekat.

“Saat tombol ditekan, pusat kendali yang ada di Polda Metro Jaya akan langsung memberikan informasi kepada petugas terdekat.”

Beberapa fitur yang dapat digunakan adalah fitur tombol lapor yang dapat digunakan untuk mengirim laporan dalam bentuk tertulis dan foto serta video yang berdurasi maksimal 10 detik.

“Kalau sudah begitu, nanti laporan yang dibuat akan langsung masuk ke Commander Center yang ada di pihak kami dan kami pun akan langsung merespons dengan menerjunkan anggota kepolisian atau langsung kami tanggapi lewat aplikasi,” dia membeberkan.

Selain itu, ada juga fitur lokasi pos-pos polisi terdekat. Tombol tersebut bermanfaat untuk mengetahui keberadaan anggota polisi yang terdekat dengan kejadian yang sedang berlangsung. Ada juga tombol alarm yang dapat mengaktifkan suara high frequency pada handphone pengguna secara otomatis.

“Ada juga tombol alarm yang akan mengaktifkan suara high frequency pada handphone pengguna secara otomatis.”

“Contohnya pada saat pelapor berada di bus atau KRL yang berdesak-desakan dan mengalami pelecehan seksual yang enggan berteriak, sehingga bisa tekan tombol alarm. Seketika HP akan berbunyi seperti sirene yang dapat menarik perhatian orang yang berada di sekitar,” ujar Moechgiyarto.

Fitur darurat yang ada di aplikasi itu juga berfungsi untuk mengaktifkan kondisi atau keadaan darurat di mana pengguna memerlukan pertolongan dengan segera dari pihak kepolisian.

“Nanti laporan yang dikirim akan dikonfirmasi melalui telepon dari Command Center ke pengguna dan setelah masyarakat membuat laporan, maka pelapor akan menerima feedback bahwa laporan yang dikirim sudah ditanggapi. Kemudian, setelah laporan tersebut telah teratasi oleh kami, kami langsung mendatangi TKP,” Moechgiyarto menjelaskan.

Nah, untuk mengantisipasi laporan palsu, kepolisian pun nantinya akan meminta masyarakat yang mengunduh aplikasi tersebut dan mengisi identitas aslinya. Data tersebut nantinya diverifikasi oleh pihak kepolisian sebelum dapat digunakan.

“Nantinya, para pengguna cukup meregistrasi nomor HP dan e-mail-nya. Data tersebut akan dimasukkan ke dalam database yang dimiliki pihak kami,” beber Moechgiyarto. (FT)

SUMBERLiputan6
BAGIKAN

Komentar