Anas Urbaningrum Kembali Hadir di Persidangan E-KTP

45
Anas Urbaningrum pada persidangan e-KTP

JAKARTA, FOKUSUTAMA.COM – Selama dua tahun terkurung di Lembaga Permasyarakatan Sukamiskin, Jawa Barat, hal ini tak lantas menghilangkan selera humor Anas Urbaningrum.

Pada Kamis (23/11), Anas kembali menjadi saksi dalam sidang lanjutan kasus korupsi kartu tanda penduduk elektronik (e-KTP) untuk terdakwa Andi Agustinus (Andi Narogong).

Dalam lanjutan persidangan, terlihat wajah Anas penuh cerita. Terlebih, sejumlah candaan kerap kali dilakukan oleh mantan Ketua Umum Partai Demokrat.

Saat waktu menunjukkan pukul 10.30 WIB, Anas di masuk ke ruang persidangan dengan menggunakn tongkat. Ia pun mengaku kepada Ketua Mejelis Hakim John Halasan Butar Butar, Anas menggunakan tongkat karena usai menjalani operasi lutut.

“Tapi saya siap untuk bersaksi,” ungkap Anas.

Keterkaitan Anas dalam keterlibatan kasus korupsi e-KTP, karena dianggap menerima kucuran dana sebesar US$ 5,5 Juta. Dan sebagian uang tersebut, diduga mengalir untuk biaya akomodasi Kongres Partai Demokrat pada Mei 2010 di Bandung, dan terpilihlah Anas sebagai ketua umum partai.

Saat memulai persidangan, hakim John membacakan Berita Acara Pemeriksaan (BAP) Anas.

“Disini saudara disebutkan beralamat di Jakarta Timur,” dan Anas pun langsung menjawab, “Ya, alamat sekarang Sukamiskin.”

Saat pesidangan berlanjut, salah anggota majelis hakim pun menanyakan hubungannya dengan Mustokoweni Murdi, anggota Komisi Pemerintahan DPR. Mustokoweni merupakan salah satu orang yang diduga menerima dan membagikan uang e-KTP. Namun, Ia telah meninggal tahun 2010.

“Anda mengenal Mustokoweni ?” tanya hakim. Namun ternyata Anas tak mengenalnya, “membayangkan wajahnya saja saya tidak bisa.”

Hakim pun terus mendesak, dan Anas menjawab, “Ya kalau mau bukti, silakan saja hadirkan yang bersangkutan di persidangan ini.” Jawab Anas.

Terakhir, Anas Urbaningrum kembali berseloroh saat hakim mengkonfrotir kesaksian Nazaruddin kepada Anas. Pada persidangan terakhir, Senin, 20 November 2017, Mantan Bendahara Umum Partai Demokrat, Muhammad Nazaruddin mengatakan bahwa Anas menerima jatah sebesar 11 persen dari keuntungan proyek e-KTP. “Itu fitnah yang jorok yang mulia, saksi itu harus dibedakan, mana yang murni terbuat dari tanah, dan mana yang terbuat dari tanah dan api,” kata Anas disambut tawa peserta sidang. (NC)

Komentar