Anas Urbaningrum Atur Skenario Fitnah SBY?

247
Anas Urbaningrum

JAKARTA, FOKUSUTAMA.COM – Mantan Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum menepis informasi yang menyebutkan ada pertemuan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Sukamiskin, Bandung, Jawa Barat. Pertemuan itu diadakan untuk menyeret Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) terkait kasus korupsi pengadaan E-KTP.

Bantahan Anas itu muncul dari unggahan akun media sosial Twitter, @anasurbaningrum pada Sabtu (10/2).

Mantan Wakil Ketua Badan Anggaran (Banggar) DPR Mirwan Amir pun mengamini kebenenaran tulisan itu berasal dari Anas.

“Saya juga baru lihat, kayaknya benar. Iya (tulisan Anas begitu),” kata Mirwan.

Dalam suratnya, Anas menulis sebagai berikut:

“Awalnya saya geli dengar cerita ada tuduhan pertemuan di Sukamiskin untuk merancang fitnah kepada Pak SBY dan Mas Ibas. Tetapi karena menjadi berita luas, dagelan itu perlu diluruskan, karena bisa menyesatkan. Jelas bahwa tidak pernah ada pertemuan di Sukamiskin yang dihadiri oleh Anas Urbaningrum, Firman Wijaya, Mirwan Amir, dan Saan Mustofa. Terpikir untuk bikin pertemuan saja tidak pernah, tidak ada hujan besok tiba-tiba ada banjir hoax. Itu cerita hoax berasal dari surat hoax yang entah dibikin oleh siapa. Tapi jelas disebarkan oleh siapa saja. Mudah banget untuk membuktikan pertemuan itu fakta atau hoax. Ada CCTV, buku tamu, dan banyak warga yang bisa ditanya. Hoax kok dipercaya dan disebarkan. Lalu kemana kampanye anti hoax dan fitnah yang belum lama didelarasikan. Hoax juga disebarkan hampir bersamaan dengan narasi jihad untuk keadilan. Ada kontradiksi yang nyata diantara keduanya. Citra kekuasaan, ketenaran dan kekayaan boleh dicapai. Tapi caranya tidak mesti dengan menista orang lain dengan hoax dan tuduhan konspirasi fitnah. Keadilan mesti diperjuangkan dengan cara-cara yang sejalan dengan makna keadilan itu sendiri.”

Dalam menyikapi surat Anas itu, Kepala Divisi Advokasi dan Hukum DPP Partai Demokrat Ferdinand Hutahaean mengatakan, SBY tidak pernah menuduh Firman dan Mirwan bertemu Anas sebelum persidangan untuk mengatur skenario memfitnah SBY.

“Kami justru sedikit tertawa atas surat tersebut karena kami juga bingung surat itu ditujukan ke siapa sebenarnya,” kata Ferdinand.

Ferdinand menjelaskan, SBY hanya menyebut bahwa ada pertemuan sebelum peristiwa dugaan fitnah muncul. SBY juga bertanya-tanya dengan sikap Anas yang merasa dituduh.

“Anas seharusnya tak perlu berkomentar, karena nama yang bersangkutan tidak pernah disebut oleh SBY,” ungkap Ferdinand.

Ferdianand menambahkan, bahwa Anas dan sejumlah loyalisnya seperti orang yang terbawa perasaan.

“Mereka ini baper dan memberikan masukan yang tidak benar kepada Anas sehingga Anas bereaksi seperti itu,” katanya. “Sukamiskin itu luas, bukan cuma Lapas Sukamiskin. Di Lapas juga banyak orang bukan cuma Anas, tapi kenapa Anas yang sewot dan baper?” pungkasnya. (TYL)

Komentar