Aksi Menuai Banyak Protes, Cabang Menuntut Ketum HMI Badko Jabodetabeka Banten Untuk Ambil Sikap

168

Banten,- Polemik pasca aksi lempar telur di depan Gedung DPRD Provinsi Banten membuat Ketua Umum HMI Cabang di wilayah Banten bertemu di Kota Serang pada Minggu, 14 Juni 2020. Pertemuan itu dihadiri Ketua Umum HMI Cabang Tangerang Tibayuda Laksana, Ketua Umum HMI Cabang Lebak Adang Hadiyana, Ketua Umum HMI Cabang Cilegon Rikil Amri dan Ketua Umum HMI Cabang Pandeglang Hadi Setiawan.

Adang mengatakan, dalam sebuah organisasi kita belajar terkait bagaimana menjalankan etika keorganisasian dengan cara melakukan hubungan baik melalui konsolidasi dalam sebuah komunikasi baik secara tersurat maupun secara kelembagaan HMI  kenapa demikian dalam sebuah organisasi perlu kita ketahui bersama bahwa aturan atau konstitusi adalah sebagai ruhnya organisasi baik secara fomal maupun nonformal sebagai bentuk administrarif konstitusional HMI dan juga dalam kelembagaan organisasi HMI, yang harus kita junjung tinggi dan implementasikan bersama untuk mengejawantahkan nilai yang baik dalam sebuah organisasi.

“Himpunan Mahasiswa Islam Cabang Lebak selama ini tidak pernah merasa melakukan komunikasi surat yang mengatas namakan perwakilan kader HMI se-Banten terkait aksi di DPRD Provinsi Banten,” tegasnya.

Adang menyampaikan, kepada keluarga besar HMI se-Banten bahwa kami tidak pernah membuat surat, rilis dan pamflet terkait hal tersebut, jikapun terdapat adanya pamflet, surat, dan rilis atas nama HMI Cabang Lebak sekali lagi tolong hubungi kami serta kami memohon maaf karena kami tak pernah membuatnya dan juga kami tak mengikuti perihal persiapan aksi di gedung DPRD provinsi tersebut.

Adang menyebutkan,  Himpunan Mahasiswa Islam Cabang Lebak yang berada di wilayah Banten merasa terklaim dan tercatut terkait tindakan aksi atas aksi tersebut, dalam sebuah organisasi kita belajar terkait bagaimana menjalankan etika keorganisasian dengan cara melakukan hubungan baik melalui konsolidasi dalam sebuah komunikasi baik secara tersurat maupun secara kelembagaan HMI  kenapa demikian dalam sebuah organisasi perlu kita ketahui bersama bahwa aturan atau konstitusi adalah sebagai ruhnya organisasi baik secara fomal maupun nonformal sebagai bentuk administratif konstitusional HMI dan juga dalam kelembagaan organisasi HMI, yang harus kita junjung tinggi dan implementasikan bersama untuk mengejawantahkan nilai yang baik dalam sebuah organisasi.

“Tentu untuk menciptakan hal tersebut selama ini kita sadar jauh dikatakan sempurna dalam tataran aturan namun hal tersebut harus adanya kesadaran dari seluruh jajaran atau element kader dan lembaga himpunan mahasiswa islam sebagai organisasi mahasiswa yang berasaskan Islam,” kata Adang.

Sementara itu, Rikil Amri mengatakan, kami sangat menyayangkan atas tindakan aksi yang mencatut perwakilan kader HMI Se-Banten, karena selama ini kami tidak pernah di ikut sertakan baik dalam hal diskusi-diskusi apalagi perihal aksi. Ketika saya tanya cabang lain pun sama tidak ada konfirmasi dari pihak terkait, baik HMI Cabang Lebak, Pandeglang dan Tangerang.

Rikil juga mengecam keras atas tindakan yang sudah menyalahi aturan tersebut, tolong segera di klarifikasi agar terang dan jelas.

“Memang selama ini yang selalu intens membahas isu merger Bank Banten itu HMI Cabang Serang, namun bukan saja kami dari cabang lain tidak ikut andil dalam hal itu, akan tetapi kami masih fokus di daerah Kabupaten / Kota masing terkait isu-isu yang terjadi di daerah, karena bagaimanapun juga tingkatan cabang itu setara dengan Kabupaten / Kota, kami ingatkan kepada kawan-kawan HMI Cabang Serang agar fokus juga di wilayahnya, karena HMI Cabang Serang yang paling Sexy satu Cabang tapi menguasai wilayah Kabupatan Serang & Kota Serang, ditambah sebagai ibu Kota Provinsi Banten, jadi tolonglah dibenahi terlebih dahulu di tataran gras root nya,” tegas Rikil.

Rikil menegaskan mendesak kepada Ketua Umum Badko Jabodetabeka Banten agar segera mengambil sikap terkait merger Bank Banten, sejatinya Badko yang lebih berwenang karena secara tugas pokok fungsi tataran Badko yang bertanggung jawab menanggapi isu-isu terkini, kan ada juga pengurus Badko yang dari Banten.

“Jangan numpang nama di SK sajalah jadi pengurus Badko, urusan pembinaan kepada cabang-cabang saja masih kurang, terlebih Pengurus Badko yang menjadi repsentasi dari masing-masing cabang di wilayah Banten. Terhitung dari sekian pengurus Badko Jabodetabeka Banten hanya satu orang saja yang masih intens dengan Cabang Cilegon,” tuturnya.

Hadi setiawan mengatakan, sebuah gerak langkah dalam suatu sistem dinamisasi kelembagaan organisasi Himpunan, sejatinya haruslah dibarengi dengan implementasi konstitusi, karena konstitusi sebagai ruh tertinggi dalam sebuah organisasi. Dimana konstitusi untuk organisasi HMI sendiri adalah sebagai pengejawantahan nilai yang dinamis di HMI dalam menjalankan roda dinamisasi organisasi, oleh karena itu Kami Himpunan Mahasiswa Islam Cabang Pandeglang yang berada di wilayah Banten merasa terklaim dan tercatut terkait tindakan aksi atas apa yang dilakukan kawan-kawan HMI Cabang Serang.

“Persolan gerakan demonstrasi yang dilakukan oleh cabang Serang sah saja, tapi itu yang kita sayangkan klaim bawa atas nama HMI se Banten,” tegas Hadi.

Selain itu Hadi menegaskan, Kita dari HMI Pandeglang menekankan kepada Badan Koordinasi (Badko) HMI Jabodetabeka Banten harus tegas terhadap kader yang mengklaim membawa nama kader HMI Banten. Karena tidak melalui prosedur organisasi karena ini sudah cacat administrasi, yang di atur dalam AD/ART Himpunan Mahasiswa Islam.

Tibayuda Laksana menilai, gerakan tersebut cacat secara administrasi, dan tidak jelas HMI mana yang melakukannya, sehingga absurd dan memalukan tubuh organisasi.

“Kami tidak merasa ikut tergabung dalam Gerakan yang mengatas namakan HMI se-Banten, karna sebelumnya tidak pernah ada komunikasi dan kajian mengenai isu yang mereka angkat,” pungkasnya. (TL)

BAGIKAN

Komentar