Adakan Muscab, Anggota HIPMI Kota Tangerang Layangkan Surat Gugatan

85

Tangerang,- Anggota Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Kota Tangerang Wahyu menyampaikan keberatannya atas adanya informasi penyelenggaraan Musyawarah Cabang (Muscab) HIPMI Kota Tangerang dalam waktu dekat ini. Pasalnya, proses yang dilakukan oleh tim karateker dan panitia Muscab inkonstitusional.

Ia mengatakan, tidak adanya undangan terbuka dari tim karateker ataupun penyelengara Muscab HIPMI Kota Tangerang kepada anggota HIPMI yang telah memenuhi syarat Anggaran Rumah Tangga (ART) HIPMI. “Panitia SC dan OC berinisiatif membuat KTA Baru bagi anggota baru yang syarat ketentuan belum bisa menjadi peserta utusan pada Muscab HIPMI Kota Tangerang mendatang,” katanya, dalam keterangan tertulis, pada Minggu (02/08/2020).

Wahyu menjelaskan, dalam ART HIPMI Pasal 14 ayat 5 Butir (a) berbunyi, maka Peserta Utusan adalah para anggota biasa cabang yang bersangkutan dan telah terdaftar sebagai anggota minimal 6 (enam) bulan dan telah menyelesaikan kewajibannya sebagaimana diatur dalam ART HIPMI Pasal 8 Ayat 2 (Setiap anggota wajib membayar uang pangkal dan iuran anggota dan memberi sumbangan untuk mendukung kelancaran kegiatan organisasi).

Dalam keterangannya, Wahyu mengungkapkan pasal-pasal yang mengacu pada ART, BAB II (Keanggotaan) pasal 4 (Ketentuan Anggota), 5 (Status Anggota), dan 6 (Tata Cara Penerimaan Anggota). ART BAB III (Struktur Organisasi) Pasal 17 (Musyawarah Cabang Luar Biasa) ayat 4. Permasalahan yang akan dibahas harus disampaikan kepada para peserta bersama-sama undangan menghadiri musyawarah cabang luar biasa paling lambat 15 (Lima Belas) hari sebelum tanggal penyelenggaraan.

Sementara itu, Abdul Holid yang juga sebagai Anggota HIPMI Kota Tangerang menilai, panitia Muscab HIPMI Kota Tangerang tidak cakap dalam menerapkan AD/ART HIPMI dan Peraturan Organisasi dalam memutuskan dan menetapkan bakal calon Ketua Umum HIPMI Kota Tangerang.

”Dalam penetapannya bakal calon Ketua Umum yang ditetapkan tidak sesuai dengan Konstitusi HIPMI. Calon yang ditetapkan bukan anggota biasa aktif sesuai dengan ART HIPMI Pasal 14 ayat 5 dan ART HIPMI Pasal 22 Ayat 1 dan 4 (Persyaratan Umum dan Persyaratan Khusus bagi calon Ketua Umum BPC HIPMI. Kemudian kami meyakini calon yang ditetapkan bukan anggota HIPMI dan belum pernah mengikuti DIKLATCAB HIPMI (Peraturan Organisasi Nomor : 05/PO/HIPMI/IX/2017,” ungkapnya.

Ia juga menduga bahwasannya Ketua OC/Pelaksana bukan anggota HIPMI yang diatur dalam ART HIPMI Pasal 14 Ayat 5 Butir (a). dan belum pernah mengikuti DIKLATCAB HIPMI.

Abdul berharap, demi menjaga tegaknya Konstitusi dan peraturan-peraturan Organisasi HIPMI, semua proses dan mekanisme Muscab HIPMI Kota Tangerang harus dijalankan sesuai dengan aturan dan pedomannnya.

“Kami berharap jangan ada kebodohan dan kebohongan organisasi bagi generasi yang akan datang. Dengan cacatnya mekanisme yang telah dilakukan oleh tim karateker dan panitia SC dan OC dengan ini kami meminta untuk membatalkan Musyawarah Cabang (MUSCAB) BPC HIPMI Kota Tangerang,” tutupnya.

Seperti diketahui, surat yang dilayangkan itu disepakati oleh beberapa anggota HIPMI Kota Tangerang yakni, Wahyu, Abdul Holid, Arief Wicaksana, dan Samheru. Surat yang dibuat itu ditembuskan juga kepada BPD HIPMI Provinsi Banten dan BPP HIPMI. (NF)

BAGIKAN

Komentar